An Unexpected Journey oleh Bismar #MagangerSae07

Updated: Oct 1

Hallo there! Ga tau gimana ceritanya sampai mas & mba bisa sampai baca blog ini. Tebakan pertama, mungkin mas & mba adalah calon magangers yang lagi cari info lebih lanjut tentang Studio Sae. Atau mungkin sekarang lagi magang dan baru tau kalau ada blog magang yang dibuat magangers kalau sudah selesai magang di Studio Sae. Atau mungkin sekarang sudah selesai magang dan lagi mau bikin blog juga. Kok tau? Aku juga gitu soalnya waktu mau nulis blog magang wkwk. Atau malah Wong Sae yang yang lagi santai terus iseng-iseng liat website.. Terlepas dari tujuan mas & mba bisa sampe ke blog ini, satu hal yang pasti, mas & mba pengen tahu gimana cerita dan pengalamanku selama magang di Studio Sae.


Ohya, namaku Bismar, orang tua sih asalnya dari Toraja, tapi aku lahirnya di Merauke. Besarnya di Timika, SMK di toraja, kuliah di Jogja, magang di Tangerang Selatan. Silahkan putuskan sendiri aku orang apa, kalau kata Mas Tomy ‘Anak Nusantara’. Siapa Mas Tomy? Nama lengkapnya Tomy Arief, Design DirectorStudio Sae. Selama magang beliau adalah mentor untuk ngerjain proposal, project dan sayembra, di bantu sama Mas Cahyo dan Mba Elsya juga. ‘Udah, jangan kebanyakan mikir. Yang penting bagus dulu yang lainnya dipikirin nanti. Emang mau dibangun besok?!’ Kata-kata yang selalu memancing ide-ide diluar nalar untuk ditarapin ke desain proposal maupun sayembara. Selain Mas Tomy, ada Mas Bamby Subiakto, Project Director Studio Sae. Sangar yak?? Dari namanya sih sangar, aslinya seruu bangettt. Saking serunya, jadi ga bisa bedain kalau Mas Bamby lagi marah atau lagi becanda. Soalnya abis ngomong yang nadanya agak tinggi atau kata-katanya agak kesal selalu diikutin dengan ketawa kecil di belakangnya. Jadi yang tadinya mikir ini lagi marah jadi berubah pikiran. Ohya ada Mba Totty Retno Damayanti juga. Beliau adalah Direktur Utama Studio Sae melanjutkan perjalanan pendiri Studio Sae, Ario Danar Andito, bersama dengan Wong Sae lainnya. Basic beliau memang bukan di bidang arsitek, tapi selalu melakukan apapun yang terbaik untuk membantu keberlanjutan Studio Sae. Salah satunya SKlas, webinar yang rutin diadain selama masa pandemi dan masih banyak lagi yang lainnya. Beliau-beliau ini adalah jajaran direksi Studio Sae. Ga cuman itu, masih banyak wong Sae yang keren-keren banget. Ada Mba Sari (penyelamat diakhir bulan), Mba Indi (wakil rakyat. Rakyat magang maksudnyaaa), Mba Elsya (orangnya yurban bangett dah pokonya), Mas Alvin (Presiden magangers), Mas Adam (Wah ini susah nih. Mikirin yang mau ditulis disini aja habis 15 menit sendiri. Kolongmerat bangetlah wkwk) Mas Cahyo (Mentor sayembara yang gokil banget), Mas Reinhard (master render & postpro nih), Mas Supar (Orang paling kocak apalagi kalau udah bareng sama Mba Elsya. kocak Abiezz..), Mas Santos (Pembawa berita dari selurh penjuru dunia), Mas Roby (Penyuplai cemilan biar Wong Sae bisa tetap ngunyah) dan Mba Yani (Penyuplai Gizi kalau masuk kantor). Yup! Mereka adalah Wong Sae. Punya kepribadian yang berbeda-beda, tugas dan peran yang berbeda-beda. Beragam banget emang, tapi itu yang bikin suasana kantor jadi hidup dan seru. Buat aku ga ada momen tertentu yang menjadi highlight selama magang. Justru selama magang 7 bulan itu yang menjadi highlight dari proses berkenalan dengan arsitektur selama 4 tahun terakhir. Sebuah pengalaman yang ga pernah terbayangkan sebelumnya. Sebelum mulai magang, bayangannya adalah suasana kantor yang serius banget, tegang sepanjang jam kerja, dan harus bahas seputar arsitektur setiap kali ngomong. Ternyata ga juga, beda 180 derajat. Seperti yang sudah aku bilang diawal, suasananya cair banget dan bahan obrolannya itu bisa liar banget. Bahkan ada hal-hal yang aku kira hanya bisa aku bahas denganteman-teman sebaya, ternyata di sini juga bisa banget dibahan dan menjadi hal sudah biasa diobrolin.



Semoga Foto-foto ini bisa ngasih gambaran lebih jelas tentang kebersamaan di Studio Sae.

Bisa magang di Studio Sae itu sebuah kesempatan yang berharga banget sih. Beruntung banget bisa magang di Studio Sae. kenapa? Pertama, Budaya kerja dan suasana kantor yang beda banget sama biro Arsitektur lain (Hasil compare dengan teman-teman yang magang di biro arsitektur yang lain). Di Studio Sae, ga ada istilah senior dan junior. Semua di perlakukan sama rata yang bikin suasananya cair banget. Terus juga, boleh makan kok, minum kopi, dangdutan, bahkan sambil nonton film kalau mau. Selagi kerjaan selesai tepat waktu dan hasilnya maksimal, amaann.. Kedua, magangers itu dibebasin mau ambil file dari komputer kantor yang mungkin akan berguna untuk tugas kuliah kayak cutout, tamplate presentasi, dan banyak lagi. Sebuah kebebasan yang mungkin ga bisa didapatin di semua biro arsitektur. Keuntungan yang lain yang menurut aku pribadi paling penting adalah Studio Sae itu Serba bisa. Ada beberapa biro arsitektur yang punya spesialis atau expertise di typology bangunan tertentu. Misalanya spesialis di bangunan residential, houses, public facility, commercial, dll. Di Studio Sae, semua typologi bangunan itu di kerjain. Muali dari bangunan lowrise sampai bangunan highrise bahkan landscape juga dikerjain. Jadi kalau magang di Studio Sae, bisa belajar semuanya sekaligus.



Foto-foto diatas adalah spot yang paling sering dilihat selama jadi magangers. Aku belajar baaaanyaaaaakkkk banget dari program magang ini. Serius banyak banget. Fun fact, sebelum jadi magangers itu taunya photshop itu fungsinya hanya untuk bikin jpg jadi png doang. Selama jadi magangers selalu diajarin dan akhirnya tahu banyak dan bisa bantu proyek atau sayembara selama magang. Dan banyak aplikasi dan metode kerja yang baru tahu selama jadi magangers. Sebuah bukti kalau Studio Sae ga hanya menghasilkan desain yang keren-keren tapi juga menghasilkan orang-orang yang unggul di bidang arsitektur.

Ada banyak banget yang ga sempat aku tulis di blog ini tentang Studio Sae dan Wong Sae. Harapannya buat Studio Sae dan Wong sae, selalu jaga ya mas & mba, tetap solid, semangat terus buat proyek-proyek yang lagi berjalan, semoga awards nya bertambah terus, semua doa yang terbaik deh buat Studio Sae dan Wong Sae. Maaf juga kalau selama magang di Studio Sae bukannya bantuin malah ngerepotin, bukannya mempercepat flow kerjaan malah jadi beban wkwk.


Terimakasih Wong Sae, bukan cuman untuk ilmunya tapi juga untuk semua kenangannya selama magang. Terimakasih banyak sudah mengambil peran dalam perjalanan ku berkenalan dengan arsitektur. Mungkin kedepannya komunikasi dengan Wong Sae ga seintens waktu magang karena ada kerjaan masing-masing yang harus di prioritaskan. Terlepas dari itu, di lain waktu, kalau Wong Sae baca blog ini semoga blog ini bisa mengingatkan betapa bangga, senang dan bersyukur bisa berkenalan dan berproses bersama Wong Sae.




Salam,

Bismar Ronggi

Universitas Kristen Duta Wacana

#MagangerSae07


42 views0 comments