Bertahan dan Berjarak oleh Andre #MagangerSae07

Updated: Aug 17

"Bertahan dan Berjarak: Kehidupan Masih Terus Berjalan Meskipun Jarak Membatasi"


Hallooo, Salam kenal saya Andre dari Arsitektur 2017 Universitas Mercu Buana. Diberikesempatan belajar Arsitektur di Studio Sae merupakan kesempatan yang berharga dalam perjalanan mengenal Arsitektur di proses kehidupan saya. 6 bulan begitu lama rasanya tetapi menjadi semakin nikmat ketika tempaan yang dilalui selama proses berjalan menjadi sebuah bekal yang manfaatnya dapat diperoleh setelah berlalu. Kisah ini akan menceritakan bagaimana bertahan dan berjarak bukan batasan dalam kehidupan (Arsitektur).



Adaptasi

Kata sederhana tetapi hal yang paling sering kita jumpai ketika masuk kelingkungan baru. Diawali dengan perkenalan dan sambutan hangat dari Alm. Mas Ario Danar Andito menjadi ucapan hangat diawali perkenalan saya dengan Studio ini. Ketika itu hanya dapat berjumpa secara virtual memang (zoom meeting koordinasi setiap jam 9 pagi) namun rasa ucapan selamat datang begitu kental terasa di pagi hari sebagai ucapan selamat bergabung di keluarga “wong sae” (sebutan untuk orang orang yang terlibat didalam team studio Sae) sebagai “magangers” (penyebutan untuk anak magang). Dalam proses adaptasi ini magangers di bimbing oleh koordinator magang (Mas Alvin dan Mba Indi) dalam penyelarasan produk yang diproduksi ketika proses mendesain, meliputi didalamnya, coloring, rendering dan 3D modeling.



Lakukan

Kalimat ini penulis rasa pilihan yang tepat dalam mewakilkan hal apa saja yang seorang Arsitek lakukan (mendesain/merencanakan) hal utama yang perlu adalah lakukan atau mewujudkan konsep penggambaran yang diharapkan dalam bentuk visual agar apa yang kita pikirkan dapat dipikirkan juga kepada orang lain. Hal ini dapat tercerminkan dari Wong Sae yang dengan tekunnya dalam mengerjakan apa yang meraka emban hingga hasil dari buah kerja keras mereka adalah bentuk visual dari proses yang begitu panjang menjadi penuh arti dalam setiap desain yang timbul.



Kisah-Kasih

Cerita didalam Wong Sae dan Pandemi Covid-19, Pandemi ini tidak menghentikan proses didalam nya namun memberikan batasan (dalam hal ini aturan yang harus dilakukan agar terciptanya kondisi yang aman dan nyaman, berkaitan dengan kondisi kesehatan). SOP kesehatan yang ketat didalam lingkungan wong sae seperti pembagian team WFH dan WFO, penyemprotan disinfektan, penggunaan masker, berjarak ketika masuk kekantor. Meskipun demikian kegiatan asistensi, diskusi ditengah situasi kerja dapat berjalan dengan baik, hal ini terwujud dalam hangatnya situasi kantor ketika canda tawa muncul ditengah keseriusan pengerjaan progres. Suasana makan siang yang dilakukan bersama sama menjadikan budaya baru yang hadir dalam proses ini, tidak hanya sekedar makan siang namun celetukan-celetukan muncul ditengah santap siang yang mencairkan suasana.

Tidak hanya seputar project didalam kegiatan Wong Sae namun terdapat juga selingan kegiatan untuk menghangatkan suasana ditengah riwetnya deadline proses pengerjaan. Stalk, foto bersama hari natal tahun baru, dan ulang tahun Mba Totty (Istri Alm. Mas Ario) melengkapi kisah menarik dari berproses di Studio Sae.



Pergi Namun Tinggal

30 Desember 2020 Studio Sae dan Wong Sae berduka, kepergian Alm. Mas Ario Danar Andito kesisi tuhan yang maha esa memberikan rasa tidak percaya dan renungan yang mendalam bagi keluarga, kerabat serta Wong Sae. Kepergian Mas Ario dari Wong Sae secara fisik memang tidak dapat dihindari namun kehadiran beliau dapat diabadikan dalam pemahaman yang dibangun didalam Studio Sae yaitu “Krowakisme” yang menjadikan dasar dan bertahannya hingga kini. Studio Sae tetap ada sebagai perwujudan Cita-Cita dan harapan mimpi-mimpi Mas Ario.



Salam,

Andre Chairul

Universitas Mercu Buana

#MagangerSae07

29 views0 comments