Magang Unik by Dominikus Safio #Magangersae05

Updated: Sep 15




Hmmmmm, sebenernya aku bingung sih mau mulai cerita magang ku ini dari mana karena yaaa begitu kedaannya, magang pas ada virus Corona yang merebak. Oke kita mulai dari kenalan aja kali ya. Aku Safio, lengkapnya Dominikus Safio Nugroho P mahasiswa semester tua yang bentar lagi lulus dan magangers Stuido Sae batch Covid 19. Kalau di Tanya kenapa aku magang di studio Sae, sebenernya ni aku ngambil program magang di studio sae ini sebernya karena iseng hehehehe…, enggak enggak ya karena ada tuntutan kampus. Aku ngambil program magang yang 6 bulan uhh manteb ga tu iseng yang sangat berfaedah bukan??. Aku memutuskan untuk magang di studio sae ini ga gampang apalagi aku merasa kemampuan ku ini kalo di bandingkan teman teman ku yang lain bagaikan butiran butiran bubuk jasjus, dan remah remah rempeyek, huh tapi yaudah modal nekat aja dulu. Aku masuk awal bulan maret, tanpa ada ekspektasi apapun aku masuk kantor dan betemulah dengan…. Jeng jeng….. wongsae ya kira kira ada sekitar 15 orang lah belum termasuk anak magang 4 orang, aku, bima , yola dan bunga


Pagi itu merupakan pagi yang biasa aja matahari bersinar dengan semaunya, menemani pagi ku yang indah itu. Pada awal awal minggu aku di kenal kan dulu dengan pola kerja dan lingkungan Studio Sae, atau tahap orientasi. Minggu minggu selanjutnya aku langsung di perbantukan pada proyek proyek lainya.Pada minggu kedua hari selasa, hari tampak biasa biasa saja entah kenapa aku tidak memiliki pikiran apapun, tapi ternyata kenyataan berkata lain, ternyata aku diminta untuk membantu Mas Adam untuk mengerjakan sebuah proyek, proyek yang sungguh sangat nikmat, sebuah proyek apartemen dengan nama apartemen C******,di dalem proyek itu ada aku sama Bima yang bantuin mas Adam. Ternyata oh ternyata aku tanpa sadar masuk kedalam sebuah paguyuban selasa malam sungguh sangat tidak terduga, tapi ini menyenangkan. Hari hari selanjutnya berjalan sangat normal hingga hari itu tiba.





15 Maret 2020, Pemerintah telah terjadi pademi Covid-19, yaaa singkatnya begitulah. Sehingga membuat kami harus bekerja dari rumah mulai pada bulan april, selama itu kami melakukan segala proses komunikasi yang berkaitan dengan pekerjaan dilakukan menggunakan zoom. Oh iya pada bulan ini bergabung juga magangers baru Tiar dan Elvin, menggantikan Yola, Bima dan Bunga yang sudah finish duluan. Selama masa masa WFH ini kehidupan yang aku jalani jadi makin biasa aja tanpa ada obrolan, guyon dan tawa dari teman teman Stuido Sae. Yaaaaa… kurang lebih keadaan seperti ini berjalan hingga akhir bulan juni, karena pada bulan juli kami sudah dapat kembali ke kantor namun tetap dengan protocol kesehatan dan jadwal masuk kantor yang sudah diatur. Ya begitu lah kuranglebih keadaanya selama masa pandemi dan WFH. Selanjutnya adalah cerita tentang minggu minggu akhir aku magang di studio Sae, namun justru banyak terjadi pada minggu minggu akhir ini.







Okeee di minggu minggu akhir in ya kira kira bulan juni – juli, banyak hal terjadi karena kantor juga udah mulai beroperasi lagi, di bulan ini ada 2 S-talk lanjutan dari Stalk episode 1 yang semepet ke tunda gara gara pandemic covid-19. Apa itu Stalk? Yaa kalau kalian mau tau coba cek blog yg di tulis sama bima, kalau ku jelasin di sini bakal panjang kasian. Oke Stalk episode ke 2 ini bakal bahas tentang konstruksi dan Arsitektur dengan pemateri pak Tomo Dwihasputro selaku PM dari Jakarta international Stadium, ya secara singkatnya kita membahas tentang dunia konstruksi dan lebih megarah ke sisi teknis dari bangunan, sudut pandang ini jarang banget ni di dapet kalau kita enggak nyari sendiri, menurutku sudut pandang dari sisi teknis ini perlu banget buat mahasiswa mahasiswa arsitektur, jadi lebih melek untuk urusan konstruksi dan realisasi desain. Yaa untuk hari hari selanjutnya aku ngerjain sayembara, fiuh sungguh pegalaman yang sangat wow, pokonya panjang lah kalau di ceritain, ya intinya begitu menguras tenaga tapi menyenangkan hehe. Hari pengumpulan Sayembara ini berdekatan dengan tanggal aku selesai magang jadi itu adalah hal terakhir yang aku kerjain di studio Sae.



Akhir kata saya mau mengucapkan Terimaksih yang sebesar besarnya buat Semua Wongsae yang sudah membagi ilmunya untuk saya. Sedikit quote untuk menutup blog yang berantakan ini

“В этом мире нет более красивых слов, чем слово« Спасибо”

Dominikus Safio, Pamit. Tangsel, 2020

2020.    PT Saketi Adyana Estu