Pengalaman Pertama di "Industri" Arsitektur oleh Farhan #MagangerSae08



Gambar-gambar diatas adalah pemandangan saya selama magang di kantor ini. Menjadi pengalaman pertama saya di “industri” arsitektur , magang di Studio Sae menjadi pengalaman berkesan dalam rangkaian perjalanan saya mengenal arsitektur dan dunianya. Bukan tanpa masalah, kesulitan dalam magang ini adalah kondisi pandemi yang masih mengkhawatirkan, walaupun begitu kondisi inilah yang membuat magang di masa ini punya rasa yang berbeda. Ohiya, perkenalkan saya Muhammad Farhan. Saat bergabung menjadi MagangerSae saya adalah mahasiswa Arsitektur semester 6 di Universitas Bina Nusantara.


Hal yang akhirnya membawa saya magang di “Rumah Gerbong”, alias di Studio Sae adalah kewajiban dari kampus untuk terjun ke industri di bidang masing-masing. Saya menyadari ini adalah sebuah privilege yaitu sebuah kesempatan untuk magang selama 2 semester tanpa harus mengikuti kuliah apapun dan tanpa harus mengambil cuti. Saya menyukai arsitektur di kuliah, dan hal inilah yang membuat saya cukup semangat ikut magang, bahkan bisa dibilang saya sangat percaya diri. Namun bukan tanpa ketakutan, saya belum mengenali bagaimana arstektur di industrinya. Singkat cerita akhirnya saya mengirimkan CV dan portfolio ke Studio Sae dengan proses yang cukup cepat, saya mengikuti interview bersama Mba Indi dan Mas Alvin sebagai coordinator magang kami, lalu ikut tes dan akhirnya benar-benar bergabung menjadi MagangerSae untuk 6 bulan kedepan. Saya sangat senang karena pada akhirnya diterima di Studio Sae. Untuk sebuah pengalaman pertama saya benar-benar bersyukur bisa diterima disini.

Fokus saya saat itu, tidak hanya dalam mengenal arsitektur secara desain tetapi bagaimana cara kerja studio arsitek, dan bagaimana berinteraksi dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Sebelum saya memulai magang, datang berita duka bahwa principle Studio Sae, Mas Ario dipanggil Allah. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Mungkin saya memang tidak berkesempatan untuk magang di bimbing beliau, namun hal itu seharusnya tidak menjadi masalah untuk saya berproses disini. Di hari pertama magang, seperti biasa saya deg-degan. Belum tau harus bersikap seperti apa, belum tau juga harus apa. Padahal kondisinya saat itu juga WFH (work from home). Di hari pertama dan kedua saya mengikuti latihan dan orientasi tentang bagaimana kerja sesuai standard Studio Sae dibimbing oleh Mas Alvin. Jujur saat itu saya cukup kaget, rasanya seperti mengerjakan tugas studio seharian dan akan dilakukan setiap hari selama 6 bulan ke depan. Namanya juga pengalaman pertama, kalau saya fikir-fikir lagi pikiran saya saat itu cukup berlebihan juga ya, haha. Karena semakin dijalani, rasanya memang berat tetapi tidak seberat apa yang saat itu saya takutkan, jadi dibawa enjoy saja.


Saya baru masuk kantor di minggu ke-3. Pertama kali sampai di kantor masih sepi, saya sudah sampai jam 7.30 , padahal kantor akan dimulai jam 9, hehe. Hal itu karena saya berangkat lebih awal agar tidak macet di tol. Di masa awal-awal ini cukup banyak penyesuaian yang saya harus lakukan. Kesan pertama masuk kantor, ini kantornya “arsitek banget” ya. Desainnya benar-benar menggambarkan rumah dan kantor seorang arsitek. Tidak lupa protokol kesehatan, sebelum masuk kantor, sudah pasti saya double masker, semprot disinfectan, cuci tangan pakai sabun, dan saya selalu sedia hand sanitizer. Pengalaman magang disini, Mas dan mba nya (atau disebut juga, Wong Sae) semuanya baik, ramah dan welcome banget. Ga lupa, teman magang yang menemani saya berproses, dari Andre, lalu bareng Bismar (yang ini paling lama wkwk), dan terakhir masuk Bilal. Dari semua teman magang ini, mereka sebenarnya tingkatan tahunnya juga diatas saya, sehingga sedikit banyak bisa mengambil ilmu dari sesama teman magang. Nah, hal yang menjadi favorit disini juga itu makan siangnya, jujur disini makanannya enak-enak dan bervariasi, jadi gabakal bosen juga kwkw. Gambar-gambar dibawah ini adalah sedikit gambar yang saya ambil selama di kantor, ada banyak buku-buku menarik disini, saya sesekali melihat-lihat karna suka dengan foto-fotonya hehe. Dan gambar computer di ujung adalah gambaran keadaan kalau lagi ngerender gambar, biar cepet sampe pake 2 komputer + 1 laptop.



Kalau ingin diceritakan lebih lengkap, blog magangnya pasti bakal panjang banget. Insya Allah banyak pelajaran yang saya dapatkan selama magang di Studio Sae, baik dari sisi desain arsitektur selama saya membantu pekerjaan mas dan mba di Studio Sae, dalam sayembara, lalu juga dari sisi presentasi dan komunikasi dalam berarsitektur, dan juga yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita bersikap dan berinteraksi dalam sebuah tim. Dan juga dari kesalahan-kesalahan yang mungkin kita perbuat seharusnya dijadikan pelajaran agar kedepannya lebih baik lagi. Terima Kasih 6 bulan nya mas dan mba, Alhamdulillah diberi kesempatan magang walau dalam kondisi pandemi seperti ini, Sukses Selalu Wong Sae! ☺



Muhammad Farhan

Universitas Bina Nusantara

#MagangerSae08

43 views0 comments