SKlas Serie 5: "Kawasan Baru Stasiun Tebet - Kehadiran Ruang Publik Terpadu Antarmoda"


Jakarta, 26 Agustus 2021 — Stasiun Tebet merupakan stasiun kereta api yang berada di Jl. Lapangan Ros Raya, Jakarta Selatan 12810, DKI Jakarta, pada perbatasan antara Kelurahan Tebet dan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Stasiun ini berada di Daerah Operasi I Jakarta. Letaknya yang strategis sebagai pengumpan untuk para pekerja di kawasan Jakarta Selatan yaitu Kasablanka, Kuningan, Kampung Melayu, dan sekitarnya membuat stasiun ini selalu sibuk. Stasiun kereta ini sangat padat pada pagi dan sore hari pada saat orang berangkat-pulang kantor. Dalam proyek ini merupakan hasil kolaborasi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, PT. MRT Jakarta dan pak Ariko Andikabina sebagai Principal Architect di SAIA Architecture dan dari 15 kolaborator lainnya.


Stasiun Tebet yang belum tertata adalah salah satu masalah yang sudah lama dihadapi oleh kota Jakarta. Dampak dari disintegrasi jaringan transportasi adalah terbatasnya pemanfaatan ruang secara optima, mobilitas terbatas pada kendaraan pribadi, dan kondisi lalu lintas. Pembangunan infrastruktur khususnya di kota Jakarta selama ini lebih mementingkan fungsi dari infrastruktur tersebut tanpa mementingkan nilai-nilai sejarah dan budaya kawasan, kurangnya fasilitas umum dan komersial, dan desain yang tidak memiliki fasilitas untuk memudahkan penumpang khususnya masyarakat umum. Hal inilah yang terjadi pada kawasan Stasiun Tebet, kawasan Stasiun Tebet yang baru bakal memiliki beberapa zona. Meliputi, zona A sebagai sentral yakni stasiun, zona B untuk koridor. Zona C menjadi halte Transjakarta, dan Zona D berupa kios yang terdiri atas pujasera, Pedagang Kaki Lima (PKL), dan retail Sunken Plasa. Dan masih ada zona-zona lainnya, zona E untuk Sunken Plasa, zona F menjadi tempat menurunkan dan menaikkan penumpang ojek online, Zona G untuk penumpang ojek pangkalan, zona H ada tempat menurunkan dan menaikkan penumpang bajaj, Zona I untuk parkir sepeda, dan zona J untuk mikrotrans. Penataan kawasan stasiun ini hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan PT Kereta Api Indonesia, PT MRT Jakarta dan lebih dari 15 kolaborator lain.



Syafrin menyampaikan harapannya, bahwa tujuan dilakukan penataan ini agar terciptanya keteraturan dan dengan adanya keteraturan maka tujuan utama penataan stasiun akan terwujud. Silvia dan Ariko juga menambahkan, diharapkan pembangunan atau penataan di Stasiun Tebet ini merupakan starting point untuk penataan kawasan yang lebih luas dengan konsep-konsep yang kita terapkan agar dapat lebih meng-improve dari sekian lingkungan sosial dan ekonomi di kawasan dan masyarakat, dan tentunya dapat membuat kota Jakarta menjadi lebih baik untuk ke depannya.


Sesi diskusi SKlas Serie 05 dilakukan secara online dengan memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting karena keadaan masih pandemi sehingga protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Partisipan yang hadir berjumlah 262 orang, dimana angka tersebut kurang dari jumlah pendaftar yang masuk yaitu 424 orang. Walau begitu, para partisipan baik pembicara dan pendengar tetap antusias dalam diskusi kali ini. Para pendengar juga banyak memberikan respon dan pertanyaan kepada para pembicara baik soal desain maupun aspek-aspek lain sehingga diskusi menjadi lebih kaya. Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang hadiah di SKlas Serie 05 kali ini dan juga foto bersama.


Yuk tonton recap diskusinya!


0 views0 comments