SKlas Serie 6: "Kampung Akuarium, Desain Partisipatif dalam Menghadirkan Wajah Baru Kampung Kota"



Jakarta, 30 September 2021 — Kampung Susun Akuarium merupakan permukiman vertikal yang berada di Penjaringan, Jakarta Utara. Sebagai salah satu kampung di ibu kota, Kampung Akuarium memiliki sejarah panjang. Bermula sebagai Lembaga Penelitian Laut Pemerintah Hindia Belanda, lalu berkembang menjadi pemukiman kumuh, hingga akhirnya tergusur atas nama pembangunan kota. Namun advokasi publik, kolaborasi antar stakeholder dan proses desain partisipatif melahirkan kembali Kampung Akuarium dengan wajah barunya yang layak menjadi percontohan.


Pemenuhan akan kebutuhan pemukiman yang layak huni bagi masyarakat merupakan isu yang terus coba diselesaikan oleh kota-kota besar dunia, termasuk juga Jakarta. Menemukan dengan tepat permasalahan yang harus diselesaikan merupakan kunci untuk dapat merancang formula dalam mengakomodasi semua kebutuhan dan keinginan masyarakat yang beraneka ragam pendekatan partisipatif dan kolaborasi merupakan pendekatan yang bisa di elaborasi dalam konteks kemajemukan masyarakat Jakarta. Dengan menyerap dan mendengar sebanyak mungkin ide-ide dan gagasan dari masyarakat tentu akan tercipta komunitas permukiman yang baik dan memiliki ikatan emosional yang erat bagi para penghuninya.



Sarjoko menyampaikan benefit jangka pendek dan jangka panjang yang akan disasar oleh Pemda DKI pada Kampung Akuarium, prinsipnya adalah bagaimana seluruh komponen masyarakat ini bersinergi untuk membangun sebuah kawasan permukiman, pengoptimalan sumber daya serta memberikan peran masyarakat yang seluas-luasnya.


Sebagai bagian dari tim arsitek dalam proyek Kampung Susun Akuarium, Andesh mengungkapkan bahwa tim arsitek adalah pendamping warga dalam proyek tersebut dan pada awalnya solusi yang ingin ditawarkan untuk kampung tersebut masih kosong. Proses yang dilakukan oleh tim arsitek diawali dengan mengobrol dengan warga secara informal untuk mencari tahu masalah yang ada, keinginan warga lalu merumuskan bersama solusi untuk tempat tinggal warga yang lebih baik. “Saya perlu ngasih statement bahwa saya bukan arsitek kampung akuarium karena proses desainnya sangat gotong royong saya hanya pendamping karena keputusan desain pada akhirnya diputuskan di musyawarah mufakat warga..”


Diani sebagai warga Kampung Susun Akuarium, menceritakan harapan dan mimpi-mimpi warga terhadap perkembangan Kampung Akuarium kedepannya, bahwa Kampung Akuarium bukan cuma sekedar kawasan bermukim tetapi bisa juga jadi objek wisata sehingga fasilitasnya tidak hanya berupa unit tapi warga juga bisa bertumbuh berkembang dalam segi perekonomiannya, serta harapannya menjadi bagian dari cagar budaya tidak hanya sekedar hunian biasa.


Sesi diskusi SKlas Serie 06 dilakukan secara online dengan memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting karena keadaan masih pandemi sehingga protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Partisipan yang hadir berjumlah 173 orang, dimana angka tersebut kurang dari jumlah pendaftar yang masuk yaitu 207 orang. Walau begitu, para partisipan baik pembicara dan pendengar tetap antusias dalam diskusi kali ini. Para pendengar juga banyak memberikan respon dan pertanyaan kepada para pembicara baik soal desain maupun aspek-aspek lain sehingga diskusi menjadi lebih kaya. Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang hadiah di SKlas Serie 06 kali ini dan juga foto bersama.


Yuk nonton recap diskusinya!


6 views0 comments