• Admin

Suatu Fase Kehidupan: Bersama Studio Sae oleh Bilal #MagangerSae08

Halo! Saya Bilal Saiful salah satu maganger Studio Sae, sebelumnya terimakasih atas segala kebaikan dan bimbingan wong sae selama saya magang enam bulan di Studio Sae. Semua kerja keras yang dibalut dengan etos kerja yang seru pasti akan menghasilkan produk yang maksimal dan bisa dibanggakan.

Dari awal semester 2 atau 3 saya sangat mendambakan dan menginginkan untuk berada di lingkungan kerja Studio Sae. Pada waktu itu bukan karena sosok mas Ario melainkan melihat karya-karya beliau ‘Marcedes Benz Nusantara’ sempat menjadi preseden sewaktu masih di kampus. Lalu kemudian semenjak ada rumah gerbong rasanya bagi saya nama Studio Sae semakin banyak terdengar di publik.

Kemudian di awal semester 4 atau 5 waktu itu awal tahun 2019, Studio Sae sempet ngadain maganger quiz yang dimana waktu itu diadain di rumah gerbong. Kebetulan karena teman saya dan saya waktu itu haus akan berarsitektur rasanya setiap kesempatan akan terus kami ambil. Ternyata yang datang hanya kami berdua, tapi nggakpapa karena waktu itu kami banyak belajar dari Studio Sae dan teman-teman magang salah satunya Mas Cahyo.

Selang beberapa lama, saya pun masih merasa kurang akan apa yang dikasih dari kampus, kemudian sempat mendaftar magang di Studio Sae dua kali dan ditolak. Masih ingat kejadian ini, waktu itu saya baru selesai magang di studio mas relan dan sudah 2-3 bulan sedang fokus mengerjakan tugas akhir. Kemudian studio sae lagi-lagi ngepost di instagramnya sedang mencari magangers baru waktu itu dalam bentuk video (IG Story) Mba Elsya yang ngomong. Kesempatan tidak datang dua kali, waktu itu story baru di upload 30 detik yang lalu kemudian langsung saya apply dan alhamdulillah diterima.

Di setiap langkah yang saya ambil harus ada goal dan tujuan yang jelas, magang kali ini tujuan utama saya yaitu untuk bersayembara, mengetahui bagaimana suatu biro beroperasi dengan baik secara arsitektural, bisnis, dan human resource, serta bagaimana suatu biro dapat membagi waktunya untuk tetap terus dapat mengadakan diskursus di sela-sela waktunya.

Memang dalam praktiknya memang sangat hektik, dari jam 9-12 am bisa ngerjain satu project, kemudian 12-1pm makan siang, lalu 1-4pm ngerjain project ke-2, 4-6pm bisa hal yang lain lagi kemudian di malam hari bisa ada SKlas sampe jam 9 malam. Namun, semua hal itu bisa dibalut dengan keseruan dengan adanya bercandaan atau celetupan yang bisa bikin ketawa. Ditambah lagi adanya snack sore dan suara dari computer Mas Alvin yang ngebuat suasana jadi tambah rileks.

Masing–masing dari wong sae punya perannya masing-masing di mata saya dan semoga itu yang dapat melengkapi satu sama lain.


Mba Totty – Terimakasih sudah menjadi ibu di kantor yang baik dan menjadi penyeimbang antara nerd arsitektural dan business.

Mas Tomy – Terimakasih sudah ngajarin menjadi orang yang paling logis, realistis, critical thinking dan terkadang skeptis. Mengajarkan kalo berpikir secara runtut itu penting di dunia arsitektur ini.

Mas Bamby - Terimakasih sudah menjadi bapak dan orang yang memiliki skill teknis yang paling senior di antara semua.

Mba Sari – Terimakasih sudah menjadi ibu juga dan terkadang memberikan petuah2 kecil yang mungkin bisa saya ambil, terimakasih atas kebaikan dan rasa care yang mba sari berikan ke saya. Lumayan terharu juga pas mba sedih waktu almarhum bapak saya meninggal dunia.

Mas Adam – Terimakasih sudah menjadi mentor yang baik dan bisa cerita apapun kalau lagi duduk di atas.

Mas Alvin – Salah satu orang penting yang mungkin bisa membangkitkan semangat temen-temen di Studio Sae, orang yang tingkat friendshipnya tinggi, terimakasih sudah dibimbing dari awal orientasi sampe akhir. Jujur asistensi kerjaan sm mas Alvin paling enak soalnya langsung disketsain di hapenya.. hehe Terimakasih mas..

Mba Indie – Terimakasih Mba Indi sudah menjadi mentor yang baik juga sebagai tempat cerita yang baik, tutur dan cara menjelaskannya enak untuk didengerin hehe

Mas Cahyo – Salah satu calon starchitect yang I look up to, mulai dari tugas akhirnya yang bagus dan etos kerjanya yang mencengangkan bisa diliat langsung dari issue portonya.. wehehe

Mas Santos – Terimakasih sudah ngajarin beberapa gambar detail-detail, teman yang baik juga… Semoga bisa cepet-cepet nikah ya wkwk.

Mas Reinhard – Terimakasih, meskipun pendiam namun celetukannya lucu-lucu. Kalo dari belakang udah kyk Antonius Richard versi muda kok mas hehe..

Mas Supar – Terimakasih sudah menjadi guru spiritualitas dan menjadi orang yang lucu juga

Mba Elsya – Terimakasih udah ngajarin tips and trick photoshop dan salah satu orang yang bisa mencairkan suasana di kantor fungsinya sama seperti mas Alvin..

Mas Robby - Terimakasih sudah semprot aku pake disinfectant setiap pagi mas, dan membawakan snack sore yang bermacam-macam.

Terimakasih juga untuk teman-teman magang Farhan, Bismar, Ridho dan juga Rifda semoga kalian bisa menjadi apa yang kalian mimpikan, amin..


Di fase kehidupan 6 bulan terakhir menjadi sangat menarik dan berwarna ditambah ilmu dan pengetahuan baru. Meskipun sudah tidak ada mas Ario, rasanya beliau meninggalkan wadah untuk generasi berikutnya untuk melanjutkan dan membesarkan nama Studio Sae di dalam maupun luar negeri. Harus ada kestabilan yang menjaga antara seniman dan bisnisnya itu sendiri. Harus ada cara-cara baru yang inovatif untuk meningkatkan kualitas secara bisnis dan arsitektural untuk long-termnya. Semoga di kemudian hari Studio Sae bisa menang Pritzker Prize. Amin..


Kompilasi Magang:



Salam,

Bilal Saiful

Universitas Trisakti

#MagangerSae08


145 views0 comments