Through The Thick and Thin of Adaptation oleh Rifdah #MagangerSae08

Halo! Perkenalkan nama saya Rifdah Setianingtyas, seorang mahasiswi arsitektur yang baru saja lulus dari dunia perkuliahan. Agustus 2021, setelah melewati sidang terakhir menuju kelulusan, saya dihadapkan pada masa dimana saya harus mengambil langkah pertama memasuki dunia kerja (yang saya belum tahu akan tetap di bidang arsitektur atau non-arsitektur). Ditengah segala keraguan (ehe), saya memutuskan untuk menjajal dunia arsitektur dengan mencoba mengikuti program magang. Begitulah kira-kira prolog singkat yang membawa saya menjadi MagangerSae.


Waktu itu, ditawari kesempatan magang di Studio Sae merupakan hal yang tidak saya kira, mengingat application mail saya yang seadanya. Didasari ketidaksiapan ini (termasuk kesibukan administrasi wisuda pada bulan itu), saya menjalani bulan pertama magang dengan remote working. Barulah pada bulan selanjutnya (dan seterusnya) saya jalani di kantor (WFO).


Pada masa-masa awal inilah saya melewati masa adaptasi, dari kebiasaan saya di perkuliahan ke culture dunia kerja yang serba cepat dan dinamis. Saya menjumpai banyak sekali hal baru yang belum saya temui di perkuliahan. Termasuk working culture yang fast-paced (ini adjustment yang paling berasa karena sayanya lemot huhu), menyesuaikan design dan aesthetic preferences, mempelajari cara berkomunikasi dan presentasi, hingga menemui beragam personalities dan cara mereka membangun hubungan interpersonal (pribadi maupun pekerjaan).


Dalam kurun waktu enam bulan, banyak sekali pengalaman baru dan berharga yang saya dapat, terutama dalam bidang arsitektur. Tugas yang diberikan kepada saya cukup beragam. Setelah melewati minggu orientasi magang, saya banyak berkutat pada coloring denah, rendering, dan photoshop post-production. Membantu memproduksi render Sayembara Masjid Sleman merupakan salah satu tugas pertama. Saya banyak belajar tentang preferensi dan referensi output visual yang ternyata sangat memengaruhi impresi klien dan orang-orang terhadap suatu karya arsitektur.


Saya juga banyak belajar tentang desain, baik interior maupun eksterior. Saya berkesempatan mengikuti perkembangan project mulai dari site survey, proses desain, rendering, hingga mengikuti meeting bersama klien. Di dua bulan akhir masa magang saya, saya dan teman-teman magang (Naufal dan Gichya) diberi kesempatan mengikuti sayembara IAI. Sayembara ini menjadi pengalaman pertama bagi saya mengikuti sayembara non-student, terbangun, dan berskala besar (kawasan).



Salah satu tugas ((besar)) yang cukup berkesan bagi saya adalah Magangers Quiz. Saya belajar banyak dari tugas ini. Mulai dari diskusi-diskusi bareng temen magang, asistensi, menyusun materi presentasi, dan mempresentasikannya di depan WongSae. Jujur waktu itu saya sedikit gugup akan seperti apa respon audiens terhadap materi yang dibawakan. Fortunately, semuanya berjalan cukup lancar hari itu (well, there's still so much room for improvement).


Selama magang, saya juga berkesempatan mengikuti tiga kali ekskursi bersama WongSae, yaitu Tebet Eco Park, Jakarta International Stadium, dan Hyundai Showroom (tiga tipe project yang masing-masingnya sangat berbeda). Adalah pengalaman baru yang menyenangkan, dapat melihat proses pembangunan secara lebih dekat serta mendapat penjelasan langsung dari sang arsitek, membuat sesi berkunjung dan belajar (yang belum tentu saya dapatkan di tempat lain) ini menjadi sangat menarik dan insightful.



Above all, terima kasih banyak dan sehat selalu kepada Mba Totty, Mas Bamby, Mas Tomy, Mba Sari, Mas Adam, Mas Supar, Mas Alvin, Mba Indi, Mba Elsya, Mas Cahyo, Mas Reinhard, Mas Santos, dan Mas Robby yang sudah membimbing saya dengan sabar dan banyak sabar selama saya jadi MagangerSae hehe. Saya juga sangat berterima kasih kepada WongSae yang sudah berbaik hati mengadakan acara tiup lilin di hari ulang tahun saya. Such a memorable moment!


Untuk Naufal dan Gichya, semangat terus dan sukses selalu. Terima kasih sudah menjadi teman yang baik selama masa magang. See you guys on top!


As this writing is reaching an end, I would gladly say that mengambil kesempatan magang arsitektur di Studio Sae sama sekali bukan keputusan yang saya sesali. As my main intention was to observe how an architecture bureau works, Studio Sae offers just the right amount of experience I needed. Terima kasih banyak kepada WongSae dan pihak-pihak lainnya yang telah membuka pintunya untuk saya dan menjadi tuan rumah yang ramah. Semoga kita berjumpa lagi dalam kesempatan-kesempatan mendatang. Cheers!



Warmest Regards,

Rifdah Setyaningtyas,

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

#MagangerSae08


40 views0 comments